PENDAHULUAN
Populasi sebuah komunikasi individu yang berbagi karakteristik umum. Ikan memiliki berbagai mekanisme morfologi, yang memungkinkan terjadi persilangan (crossing), sehingga cenderung membawa materi resesif pada jenis herterozygot dan terjadinya in-breeding, yang mengakibatkan efek negative. Akibatnya akan terbentuk dua tipe populasi :
1. Pemijahan terjadi secara BEBAS
2. Pemijahan terjadi secara TERKONTROL
Menurut Mendel, bahan genetik adalah merupakan pewaris yang dibawa oleh faktor penentu (determinant) dalam pewarisan atau disebut Gen yang dibawa oleh kromosom di dalam inti sel. Penemuan ini kemudian dipopulerkan oleh Morgan (1919) dengan menjelaskan istilah dan dalil sebagai faktor penentu dalam pewarisan. Dari percobaan yang dilakukannya selama bertahun-tahun tersebut, Mendel berhasil menemukan prinsip-prinsip pewarisan sifat, yang kemudian menjadi landasan utama bagi perkembangan genetika sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan.
1. Pemijahan terjadi secara BEBAS
2. Pemijahan terjadi secara TERKONTROL
Menurut Mendel, bahan genetik adalah merupakan pewaris yang dibawa oleh faktor penentu (determinant) dalam pewarisan atau disebut Gen yang dibawa oleh kromosom di dalam inti sel. Penemuan ini kemudian dipopulerkan oleh Morgan (1919) dengan menjelaskan istilah dan dalil sebagai faktor penentu dalam pewarisan. Dari percobaan yang dilakukannya selama bertahun-tahun tersebut, Mendel berhasil menemukan prinsip-prinsip pewarisan sifat, yang kemudian menjadi landasan utama bagi perkembangan genetika sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan.
Evolusi berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasiorganisme dari satu generasi ke generasi
berikutnya.Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama:
variasi, reproduksi, dan seleksi. Suatu individu tidak dapat mengalami evolusi
, hanyalah suatu populasi yang dapat mengalami hal tersebut . komposisi
genetik dari suatu individu sudah ditentukan semenjak terjadinya
fertilisasi, yakni persatuan antara spermatozoid dengan sel sel telur. Didalam
populasi , baik komposisi genetik maupun dari potensi pertumbuhan dapat
berubah.
Perubahan komposisis genetik populasi adalah evolusi.
Keanekaragaman merupakan faktor utama dari evolusi. Meskipun prosesnya
diketahui pada masa dikemukan oleh lamarck dan darwin, tanpa ada variasi
(kenanekaragaman), evolusi tiadak akan terjadi, di
alam ada faktor yang bekerja untuk memepertahankan keutuhan suatu jenis.
Bila ada secara sendiri maka kedu faktor tersebut seakan-akan
bertentangan dengan kedua faktor tersebut bekerja secara harmonis.
ISI
Dalam hukum mendel I yang dikenal dengan The Law
of Segretation of Allelic Genes atau Hukum Pemisahan Gen yang Sealel
dinyatakan bahwa dalam pembentukan gamet, pasangan alel akan memisah secara
bebas (Fahlevi, 2009). Bahan genetik adalah
merupakan pewarisan yang dibawa oleh faktor penentu (determinant) dalam pewarisan atau disebut gen yang dibawa oleh kromosom di
dalam inti sel. Percobaan monohibridnya mendel menyatakan bahwa setiap sifat
iorganisme ditentukan oleh faktor, yang kemudian disebut gen. Alel adalah
bentuk alternativesuatu gen yang terdapat pada lokus (tempat) tertentu.
Individu Dd dinamakan individu heterozigot,
sedang individu DD dan dd masing-masing disebut sebagai individu homozigot dominan dan homozigot resesif. Fenotipe adalah ekspresi gen yang langsung
dapat diamati sebagai suatu sifat pada suatu individu.Fenotipe suatu individu organisme dihasilkan dari genotipe dan pengaruh lingkungan organisme tersebut. Mendel I Hukum Segregasi : Pada waktu berlangsung pembentukan gamet, tiap
pasang gen akan disegregasi ke dalam masing-masing gamet yang terbentuk. Mendel II Hukum Pemilihan Bebas :
Segregasi suatu pasangan gen tidak bergantung kepada segregasi pasangan gen
lainnya, sehingga di dalam gamet-gamet yang terbentuk akan terjadi pemilihan
kombinasi gen-gen secara bebas. Variasi berasal dari mutasi bahan genetika,
migrasi antar populasi (aliran gen),
dan perubahan susunan gen melalui reproduksi
seksual. Variasi juga datang dari tukar ganti gen antara
spesies yang berbeda.
Fenotipe suatu individu organisme dihasilkan dari genotipe dan pengaruh lingkungan organisme tersebut. Variasi fenotipe yang
substansial pada sebuah populasi diakibatkan oleh perbedaan genotipenya.
Frekuensi alel tertentu akan berfluktuasi, menjadi lebih umum atau kurang umum
relatif terhadap bentuk lain gen itu. Variasi menghilang ketika sebuah alel
mencapai titik fiksasi,
yakni ketika ia menghilang dari suatu populasi ataupun ia telah menggantikan
keseluruhan alel leluhur.
Pada tingkat organisme, fenotipe adalah sesuatu yang dapat
dilihat/diamati/diukur, sesuatu sifat atau karakter. Dalam tingkatan ini,
contoh fenotipe misalnya warna mata, berat badan, atau ketahanan terhadap suatu
penyakit tertentu. Pada taraf molekular, fenotipe dapat berupa jumlah RNA yang diproduksi atau
terdeteksinya pita DNA atau RNA pada elektroforesis.
Genotip merupakan susunan genetik yang ada pada individu. Susunan gen ini ada
dalam setiap sel individu. Gen ada yang mudah dipengaruhi oleh linkungan dan
ada pula yang sedikit dipengaruhi linkungan dalammengekspresikan suatu sifat
atau karakteristik.
Pada manusia dan hewan vertebrata, penyatuan sperma dan ovum yang
masing-masing bersifat haploid (n) akan membentuk zigot. Zigot tumbuh dan
berkembang menjadi individu yang bersifat diploid (2n), sehingga individu yang
memiliki sifat tersebut dinyatakan dengan dua huruf.
Contoh:
TT : Simbol untuk tumbuhan berbatang tinggi, gamet yang dibentuk T dan T.
tt : Simbol untuk tumbuhan berbatang pendek, gamet yang dibentuk t dan t.
MM : Simbol untuk tumbuhan berbunga merah, gamet yang dibentuk M dan M.
mm : Simbol untuk tumbuhan berbunga putih, gamet yang dibentuk m dan m.
Mm : Simbol tumbuhan berbunga merah muda, gamet yang dibentuk dan m.
TT : Simbol untuk tumbuhan berbatang tinggi, gamet yang dibentuk T dan T.
tt : Simbol untuk tumbuhan berbatang pendek, gamet yang dibentuk t dan t.
MM : Simbol untuk tumbuhan berbunga merah, gamet yang dibentuk M dan M.
mm : Simbol untuk tumbuhan berbunga putih, gamet yang dibentuk m dan m.
Mm : Simbol tumbuhan berbunga merah muda, gamet yang dibentuk dan m.
Warna merah bersifat dominan, sedangkan warna putih bersifat resesif (alel
warna merah dominan terhadap alel warna putih). Warna merah yang bersifat
dominan dibandingkan dengan warna putih, maka menyebabkan semua bunga mawar
pada keturunan pertama atau filial ke-1 (F1) akan berwarna merah. Apabila dalam
suatu persilangan, sifat yang muncul merupakan campuran dari kedua induknya,
maka sifat tersebut disebut sifat intermediet (dominan parsial). Misalnya
persilangan antara ikan Koi warna merah dan ikan Koi warna putih menghasilkan
Filial 1 yang semuanya ikan Koi berwarna merah muda. Warna merah muda tersebut
merupakan sifatintermediet.
Variasi berasal dari mutasi bahan genetika,
migrasi antar populasi (aliran gen),
dan perubahan susunan gen melalui reproduksi
seksual. Variasi juga datang dari tukar ganti gen antara
spesies yang berbeda: contohnya melalui transfer
gen horizontal pada bakteria dan hibridisasi
pada tanaman. Variasi merupakan perbedaan di kalangan organisma yang sama spesies dari segi fenotip dan genotip.
Variasi selanjar merupakan perbedaan kecil atau kurang jelas yang wujud antara
organisma.Contohnya seperti berat badan, ketinggian, kepintaran dan
sebagainya.Variasi ini dipengaruhi oleh genotip dan persekitaran. Variasi tak
selanjar merupakan perbezaan yang besar atau ketara yang wujud antara
organisma.Contohnya seperti jenis kumpulan darah, warna mata, kebolehan
menggulung lidah dan sebagainya.Variasi ini hanya dipengaruhi oleh genotip.
Faktor genetik boleh mempengaruhi variasi dalam organisme disebabkan
oleh 4 faktor iaitu:
3.
Mutasi gen : dipengaruhi oleh tindakan kimia, radioaktif dan sebagainya.Kesimpulannya, mutasi gen ialah perubahan yang
berlaku pada gen.
Dalam membicarakan satu sifat tertentu, hanya menggambarkan
pasangan kromosom dengan gen yang bersangkutan saja, bukan berarti bahwa
kromosom-kromosom dari gen-gen yanglain tidak ada dalam sel itu. Ada sifat yang
disebut dominan, yaitu apabila kehadiran gen yang mengatasi sifat ini menutupi
ekspresi genlain yaitu resesif, sehingga sifat yang terakhir ini tidak tampak.
KESIMPULAN
Ikan memiliki berbagai mekanisme morfogenetik, yang
memungkinkan terjadi persilangan (crossing), sehingga cenderung membawa materi resesif pada jenis heterozygot dan
terjadi in-breeding, yang mengakibatkan efek negatif.
Bahan genetik adalah merupakan pewarisan yang dibawa oleh faktor penentu (determinant) dalam pewarisan atau disebut
gen yang dibawa oleh kromosom di dalam inti sel.
Pada tingkat organisme, fenotipe adalah sesuatu yang
dapat dilihat/diamati/diukur, sesuatu sifat atau karakter.
Ada sifat yang disebut dominan, yaitu apabila kehadiran gen yang
mengatasi sifat ini menutupi ekspresi gen lain yaitu resesif,
sehingga sifat yang terakhir ini tidak tampak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar