Kamis, 18 Juli 2013

MOL DAUN GAMAL SEBAGAI PESTISIDA NABATI



Salam Success..... !! 

                Dari serangkaian berbagai macam MOL yang telah kita bahas terdahulu mempunyai fungsi yang beranekaragam sesuai dengan bahan yang dikandungnya. Memang rekan-rekan harus membuat lebih dari satu macam MOL untuk menghemat biaya usaha taninya.  Dalam pengaplikasiannya juga tidak harus satau macam MOL saja tetapi sebaikknya dikombinasikan berbagai MOL sehingga bisa menghemat biaya tenaga kerja. 




                Mol sebagai penyubur tanaman dan dekomposer telah maspary tulis berbagai jenis, dari Mol keong mas, Mol rebung bambu, Mol bonggol pisang dll. Sekarang maspary akan membahas tentang Mol daun gamal sebagai pestisida nabati. Dikatakan sebagai pestisida nabati karena daun gamal bisa berfungsi sebagai pengendali hama ulat dan hama penghisap (kutu), sebagai akarisida (pengendali tungau) dan sebagai fungisida. Menurut beberapa referensi yang maspary baca, dalam Mol daun gamal mengandung  tanin yang bisa digunakan sebagai racun berbagai serangga. Selain sebagai pestisida nabati Mol daun gamal juga digunakan sebagai penyubur tanaman karena dalam Mol daun gamal ternyata juga mengandung unsur N.

Bahan dalam pembuatan Mol daun gamal :
  1. 2 kg daun gamal
  2. 400 gr gula merah
  3. 4 liter air beras
Cara membuat mol daun gamal :
  1. Daun gamal dipotong-potong lalu ditumbuk sampai hancur
  2. Masukkan dalam jerigen
  3. Masukkan gula merah yang sebelumnya diiris-iris halus
  4. Masukkan air beras dalam jerigen
  5. Kocok-kocok supaya tercampur merata
  6. Fermentasikan selama minimal 21 hari
Cara penggunaan Mol daun gamal :
  1. Sebagai pupuk daun dan pestisida nabati campurkan 1 - 4 liter mol daun gamal dalam tangki semprot 14-17 liter air.
  2. Semprotkan secara merata ke tanaman saat pagi atau sore hari.

            Mol daun gamal bisa digunakan sebagai langkah awal pencegahan dan pengendalian hama serta penyakit pada tanaman kita, akan tetapi jika masih terjadi serangan hama maupun penyakit sebaikknya segera dilakukan pengendalian yang lain. Bisa juga Mol daun gamal dikombinasikan dengan pestisida nabati yang lain seperti daun mindi, tembakau, biji sirsak, akar tuba dll.  

Go..Success.....?!!

SOT JUGA MUANTEP BRO.....JOS GANDOS TOP MARKOTOP......!!!?


MANFAAT TANAMAN PEPAYA



Siapa yang tidak mengenal pepaya. Mulai dari buahnya yang segar sampai dengan daunnya banyak dimanfaatkan oleh manusia. Tumbuhan dengan batang tegak dan basah ini ternayata juga dapat dimanfaatkan dalam bidang peternakan. Selain daunnya dapat digunakan sebagai pakan ternak, ternyata daun dari tumbuhan tersebut mempunyai khasiat dalam pencernaan ternak. Dari berbagai jenis hijauan yang biasa digunakan untuk pakan, daun pepaya dan daun ketela pohon terbukti berpotensi sebagai anti parasit (anthelmintik).

Diantara penyakit yang menyerang kambing/ domba bahkan dapat mengakibatkan kematian adalah penyakit parasit saluran pencernaan yang disebabkan oleh infeksi cacing nematoda antara lain Haemonchus contortus, Bunostomum sp, Oesophagostomum .sp, Trychoslrongylus sp dan Trichuris sp. Cacing nematoda yang paling banyak ditemukan terutama adalah Haemonchus contortus. Cacing Haemonchus ini paling banyak menimbulkan kerugian ekonomi karena infeksi Haemonchus contortus pada kambing atau domba dapat menyebabkan kematian, menghambat pertumbuhan, menghambat pertambahan berat badan serta menimbulkan gangguan reproduksi. Iklim tropis di Indonesia sangat menunjang kelangsungan hidup parasit ini serta membantu terjadinya infeksi pada ternak kambing/domba.
Getah pepaya sebagai bahan obat cacing ternak kambing dan domba yang mempunyai nilai ekonomis dan efektif dapat menekan jumlah telur cacing pada ternak kambing dan domba, sehingga dapat menjaga kesehatan ternak dari serangan cacing. Beberapa alasan dipilihnya getah pepaya sebagai obat cacing pada ternak kambing dan domba adalah murah, mudah didapat, mudah cara pemrosesan, mudah cara pemberiannya dan memanfaatkan sumberdaya alam (SDA) yang tidak mempunyai efek samping.
Joko Daryatmo, S.Pt., M.P., staf pengajar Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Magelang saat ujian terbuka promosi doctor di Fakultas Peternakan UGM menyebutkan bahwa dengan penambahan daun ketela pohon maupun daun pepaya kedalam pakan ternak dapat menurunkan perkembangan cacing secara signifikan.“Efek tannin mampu menghambat perkembangan larva cacing, dan menurunkan populasi cacing dewasa. Disebutkan Joko dalam disertasi berjudul “Potensi Nutrisi Berbagai Bahan Pakan Hijauan Yang Mengandung Tannin dan Efektivitasnya Sebagai Anti Parasit Dalam Mendukung Kinerja Ternak Kambing Bligon ini, suplementasi daun pepaya berpotensi anti parasit yang lebih tinggi dibanding dengan daun ketela pohon. Dilihat dari jumlah penurunan telur cacing dan oosista koksidia dalam feses ternak pakan yang diberi tambahan daun pepaya penurunannya lebih besar 10-15% di banding daun ketela pohon. Selain berpotensi sebagai anti parasit, daun papaya dan daun ketela pohon juga mampu meningkatkan bobot kambing. Dengan penambahan pakan hijauan tersebut bobot kambing meningkat sekitar 40% lebih banyak dibanding dengan pakan hijauan yang tidak diberikan tambahan daun ketela pohon maupun daun pepaya.
Semoga bermanfaat, Salam SUKSESSSSS............!!!!!




PEPAYA DENGAN POLA HCS.....PANEN TIADA HENTI...!!!!

Senin, 15 Juli 2013

TANAM PADI (luas ¾ ha capai produksi 13 Ton)


Silahkan dicoba tips berikut ini :

1.      Pemilihan bibit yang unggul
Perlakuan bibit untuk disemaikan
  -          Bersihkan/dicuci dengan air ( 1 tutup botol SOT+5 ltr air)
  -          Rendam dengan SOT 1 x 24 jam ( 3 tutup botol SOT +5 ltr air)
  -          Dikecambahkan 
  -          Taburkan benih padi di sawah selama ±  21 hari ( paling baik7-15 hari)
2.      Tanah
  -          Perlakuan dengan PH/derajat keasaman Ph netral 7, bila dibawah 7 maka dicampurkan dolomit 1 ha     butuh 50 Kg
3.      Cara pengolahan tanah
  -          Jerami untuk pakan ternak, jangan dibakar
  -          SOT disebarkan di sawah dengan semprot/kocor
  -          Ketika ler leran disemprotkan pestisida organic 1 x 24 jam (PHEFOC 8 tutup + 14 ltr air)
  -          Lima hari setelah tanam disemprotkan dengan SOT
  -          Untuk pemupukan kimia diberikan 10% dari jumlah yang disepakati
4.      Bokasi pupuk kandang
  -          Pupuk kandang 800 Kg
  -          Dedak/bekatul 50 Kg
  -          Sekam 150 Kg
  -          Gula pasir 250 gram
  -          POC/SOT 2 liter
  -          Air dengan rendemen 30-40%
  -          Dicampurkan rata dan ditutup rapat selama 3 x 24 jam baru ditaburkan ke lahan
  -          Jika pupuk kandang belum tercampur dengan SOT/POC maka harus difermentasi dulu dengan   PHEFOC 1 x 24 jam
5.      Cirri-ciri tanaman yang meggunakan SOT
  -          Batang lebih besar
  -          Anakan lebih banyak
  -          Hijau daun lebih tampak
  -          Biji gabah lebih mentes
  -          Buah terisi dari pangkal sampai ujung


KALENDER TANAM PADI

NO
HARI KE
KEGITAN
KETERANGAN

1
Pembuatan bokasi (PUPUK KOMPOS)
Fases disemprot PHEFOC diungkep 1x24 jam
Jangan terkena sinar matahari LS

2
Fases tersebut diatas dicampur bekatul, sekam, kapur disemprot SOT dengan larutan gula diamkan 3x24 jam
Jangan terkena sinar matahari LS

3



4



5
Sebar bokasi secara merata, sore hari semprot SOT pada lahan


6
Dibajak/diluku diamkan 15 hari


7



8



9



10



11



12
Siapkan baki/media  media pesemaian dialasi daun bambu+tanah sedalam 3 cm 


13
Rendam benih dengan PHEFOC selama 20 menit, buang benih yang mengambang  tiriskan rendam dengan SOT


14
Tebar benih ke media


15



16



17



18



19
Semprot SOT pada benih/pesemaian


20



21
Lahan diluku dan digaru, sore hari semprot PHEFOC


22



23
Benih ditanam  dengan sistim jajar legowo
TAPIN

24



25



26



27



28
Semprot SOT ,   5 HST



Semprot PHEFOC,  10 HST
Mutlak dilaksanakan


Semprot SOT, 15 HST



Semprot PHEFOC, 30 HST
Menyesuaikan


Semprot SOT, 35 HST



Semprot PHEFOC, 40 HST
Menyesuaikan