Minggu, 14 Juli 2013

Teknik2 Breeding u/ menekan munculny Allele Resesif


PENDAHULUAN

      Populasi sebuah komunikasi individu yang berbagi karakteristik umum. Ikan memiliki berbagai mekanisme morfologi, yang memungkinkan terjadi persilangan (crossing), sehingga cenderung membawa materi resesif pada jenis herterozygot dan terjadinya in-breeding, yang mengakibatkan efek negative. Akibatnya akan terbentuk dua tipe populasi :

           1. Pemijahan terjadi secara BEBAS
           2. Pemijahan terjadi secara TERKONTROL

     Menurut Mendel, bahan genetik adalah merupakan pewaris yang dibawa oleh faktor penentu (determinant) dalam pewarisan atau disebut Gen yang dibawa oleh kromosom di dalam inti sel. Penemuan ini kemudian dipopulerkan oleh Morgan (1919) dengan menjelaskan istilah dan dalil sebagai faktor penentu dalam pewarisan. Dari percobaan yang dilakukannya selama bertahun-tahun tersebut, Mendel berhasil menemukan prinsip-prinsip pewarisan sifat, yang kemudian menjadi landasan utama bagi perkembangan genetika sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan.


 Evolusi berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasiorganisme dari satu generasi ke generasi berikutnya.Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Suatu individu tidak dapat mengalami evolusi , hanyalah suatu populasi  yang dapat mengalami hal tersebut . komposisi genetik  dari suatu individu  sudah ditentukan semenjak terjadinya fertilisasi, yakni persatuan antara spermatozoid dengan sel sel telur. Didalam populasi , baik komposisi genetik  maupun dari potensi pertumbuhan dapat berubah.
 Perubahan komposisis genetik populasi adalah evolusi. Keanekaragaman merupakan faktor utama dari evolusi. Meskipun prosesnya diketahui pada masa dikemukan oleh lamarck  dan darwin, tanpa ada variasi (kenanekaragaman),  evolusi tiadak akan terjadi, di alam ada faktor yang bekerja  untuk memepertahankan keutuhan suatu jenis. Bila ada secara sendiri maka kedu faktor  tersebut seakan-akan bertentangan dengan kedua faktor  tersebut bekerja secara harmonis.

ISI
          Dalam hukum mendel I yang dikenal dengan The Law of Segretation of Allelic Genes atau Hukum Pemisahan Gen yang Sealel  dinyatakan bahwa dalam pembentukan gamet, pasangan alel akan memisah secara bebas (Fahlevi, 2009). Bahan genetik adalah merupakan pewarisan yang dibawa oleh faktor penentu (determinant) dalam pewarisan atau disebut gen yang dibawa oleh kromosom di dalam inti sel. Percobaan monohibridnya mendel menyatakan bahwa setiap sifat iorganisme ditentukan oleh faktor, yang kemudian disebut gen. Alel adalah bentuk alternativesuatu gen yang terdapat pada lokus (tempat) tertentu.
 Individu Dd dinamakan individu heterozigot, sedang individu DD dan dd masing-masing disebut sebagai individu homozigot dominan dan homozigot resesif. Fenotipe adalah ekspresi gen yang langsung dapat diamati sebagai suatu sifat pada suatu individu.Fenotipe suatu individu organisme dihasilkan dari genotipe dan pengaruh lingkungan organisme tersebut. Mendel I Hukum Segregasi : Pada waktu berlangsung pembentukan gamet, tiap pasang gen akan disegregasi ke dalam masing-masing gamet yang terbentuk. Mendel II Hukum Pemilihan Bebas : Segregasi suatu pasangan gen tidak bergantung kepada segregasi pasangan gen lainnya, sehingga di dalam gamet-gamet yang terbentuk akan terjadi pemilihan kombinasi gen-gen secara bebas. Variasi berasal dari mutasi bahan genetika, migrasi antar populasi (aliran gen), dan perubahan susunan gen melalui reproduksi seksual. Variasi juga datang dari tukar ganti gen antara spesies yang berbeda.
 Fenotipe suatu individu organisme dihasilkan dari genotipe dan pengaruh lingkungan organisme tersebut. Variasi fenotipe yang substansial pada sebuah populasi diakibatkan oleh perbedaan genotipenya. Frekuensi alel tertentu akan berfluktuasi, menjadi lebih umum atau kurang umum relatif terhadap bentuk lain gen itu. Variasi menghilang ketika sebuah alel mencapai titik fiksasi, yakni ketika ia menghilang dari suatu populasi ataupun ia telah menggantikan keseluruhan alel leluhur. 
 Pada tingkat organisme, fenotipe adalah sesuatu yang dapat dilihat/diamati/diukur, sesuatu sifat atau karakter. Dalam tingkatan ini, contoh fenotipe misalnya warna mata, berat badan, atau ketahanan terhadap suatu penyakit tertentu. Pada taraf molekular, fenotipe dapat berupa jumlah RNA yang diproduksi atau terdeteksinya pita DNA atau RNA pada elektroforesis. Genotip merupakan susunan genetik yang ada pada individu. Susunan gen ini ada dalam setiap sel individu. Gen ada yang mudah dipengaruhi oleh linkungan dan ada pula yang sedikit dipengaruhi linkungan dalammengekspresikan suatu sifat atau karakteristik.
 Pada manusia dan hewan vertebrata, penyatuan sperma dan ovum yang masing-masing bersifat haploid (n) akan membentuk zigot. Zigot tumbuh dan berkembang menjadi individu yang bersifat diploid (2n), sehingga individu yang memiliki sifat tersebut dinyatakan dengan dua huruf.

Contoh:
TT
: Simbol untuk tumbuhan berbatang tinggi, gamet yang dibentuk T dan T.
tt
      : Simbol untuk tumbuhan berbatang pendek, gamet yang dibentuk t dan t.
MM : Simbol untuk tumbuhan berbunga merah, gamet yang dibentuk M dan M.
mm : Simbol untuk tumbuhan berbunga putih, gamet yang dibentuk m dan m.
Mm
: Simbol tumbuhan berbunga merah muda, gamet yang dibentuk  dan m.

 Warna merah bersifat dominan, sedangkan warna putih bersifat resesif (alel warna merah dominan terhadap alel warna putih). Warna merah yang bersifat dominan dibandingkan dengan warna putih, maka menyebabkan semua bunga mawar pada keturunan pertama atau filial ke-1 (F1) akan berwarna merah. Apabila dalam suatu persilangan, sifat yang muncul merupakan campuran dari kedua induknya, maka sifat tersebut disebut sifat intermediet (dominan parsial). Misalnya persilangan antara ikan Koi warna merah dan ikan Koi warna putih menghasilkan Filial 1 yang semuanya ikan Koi berwarna merah muda. Warna merah muda tersebut merupakan sifatintermediet.
 Variasi berasal dari mutasi bahan genetika, migrasi antar populasi (aliran gen), dan perubahan susunan gen melalui reproduksi seksual. Variasi juga datang dari tukar ganti gen antara spesies yang berbeda: contohnya melalui transfer gen horizontal pada bakteria dan hibridisasi pada tanaman. Variasi merupakan perbedaan di kalangan organisma yang sama spesies dari segi fenotip dan genotip. Variasi selanjar merupakan perbedaan kecil atau kurang jelas yang wujud antara organisma.Contohnya seperti berat badan, ketinggian, kepintaran dan sebagainya.Variasi ini dipengaruhi oleh genotip dan persekitaran. Variasi tak selanjar merupakan perbezaan yang besar atau ketara yang wujud antara organisma.Contohnya seperti jenis kumpulan darah, warna mata, kebolehan menggulung lidah dan sebagainya.Variasi ini hanya dipengaruhi oleh genotip.
 Faktor genetik boleh mempengaruhi variasi dalam organisme disebabkan oleh 4 faktor iaitu:
 Meiosis : pindah silang
1.          Gabungan rambang kromosom : mengikut Hukum Mendel II
2.         Pembiakan seks :pengabungan gamet-gamet untuk persenyawaan
3.         Mutasi gen : dipengaruhi oleh tindakan kimia, radioaktif dan sebagainya.Kesimpulannya, mutasi gen ialah perubahan yang berlaku pada gen.

 Dalam membicarakan satu sifat tertentu, hanya menggambarkan pasangan kromosom dengan gen yang bersangkutan saja, bukan berarti bahwa kromosom-kromosom dari gen-gen yanglain tidak ada dalam sel itu. Ada sifat yang disebut dominan, yaitu apabila kehadiran gen yang mengatasi sifat ini menutupi ekspresi genlain yaitu resesif, sehingga sifat yang terakhir ini tidak tampak.


KESIMPULAN
 Ikan memiliki berbagai mekanisme morfogenetik, yang memungkinkan terjadi persilangan (crossing), sehingga cenderung membawa materi resesif pada jenis heterozygot dan terjadi in-breeding, yang mengakibatkan efek negatif.
 Bahan genetik adalah merupakan pewarisan yang dibawa oleh faktor penentu (determinant) dalam pewarisan atau disebut gen yang dibawa oleh kromosom di dalam inti sel.
 Pada tingkat organisme, fenotipe adalah sesuatu yang dapat dilihat/diamati/diukur, sesuatu sifat atau karakter.
 Ada sifat yang disebut dominan, yaitu apabila kehadiran gen yang mengatasi sifat ini menutupi ekspresi gen  lain yaitu resesif, sehingga sifat yang terakhir ini tidak tampak


Jumat, 12 Juli 2013

TIPS : ATASI FERMENTASI SALAH/GAGAL


ANDA mengalami kesalahan/kegagalan dalam pembuatan pakan fermentasi yang mengakibatkan kelainan pada kambing/sapi anda? nich ada tips penanganannya, simak berikut ini :

1. Ambil JENGKOL 1 buah + BAWANG PUTH 1 siung kemudian kedua bahan tersebut diparut halus dan campur dengan air 200cc (1gelas) minumkan.....masalah teratasi bro....!!!!

2. kalau ternyata tidak ada JENGKOL? tenang masih ada tips yang lain, yang pertama Anda lakukan yaitu ambil GETAH PEPAYA 1 sendok makan + GARAM 1 sendok makan, campurkan dengan air 200cc kemudian minumkan ke ternak yang bermasalah dengan pakan fermentasi,......semua aman to?!!...

Langkah selanjutnya biar kambing/sapi kembali nafsu makannya dan bakteri dalam rumennya kembali normal simak yang berikut ini :

-  Ambil TIMUN 2 buah dan diparut + GARAM 1 sendok, ASEM JAWA 1 sendok + TERASI MATANG 1 buah campur semua bahan dengan air 200cc minumkan...!!

INSYA'ALLAH kambing/sapi kembali lahap dan penyerapan nutrisi jadi kembali normal...!!!

SILAHKAN YANG MAU COBA  ??!!!.....

Jumat, 05 Juli 2013

B A K T E R I (Part 1)



Bakteri (dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri. Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.
Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan dalam tubuh manusia. Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 μm, tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm, yaitu Thiomargarita.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel

 Sejarah




Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke; dimuat dalam Micrographia.


Bakteri merupakan organisme mikroskopik. Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi, terutama sebelum ditemukannya mikroskop. Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme, terutama bakteri (bakteriologi), mulai berkembang. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. Akan tetapi, perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke, Antoni van Leeuwenhoek, Ferdinand Cohn, dan Robert Koch. Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828, diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur, yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.
Robert Hooke (1635-1703), seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris, menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. Akan tetapi, Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. Dalam bukunya tersebut, tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. Walau demikian, buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.
Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. Terinspirasi dari kerja Robert Hooke, ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. Sejak saat itulah, tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.
Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. Selanjutnya, ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri, seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar, erlenmeyer, dan tabung reaksi. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain, Robert Koch.
Robert Koch (1843-1910), seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman, banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis, salah satu bakteri penghasil endospora. Robert Koch juga merupakan orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini, Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch, sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik. Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.
 
Ini kira-kira tampangnya om 'Robert Hooke'   yang slalu bawa buku dimana-mana!



Nah kalo yang ini kira-kira tampangnya Pakde 'Antoni Van Leeuwenhoek'


Ni Paklik 'Ferdinand Cohn' keren kan?

ini pemikir handal namanya 'Robert Koch'